Yogyakarta, 20 Februari 2026 – Isu kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian dalam diskusi peningkatan mutu pendidikan nasional. Sejumlah organisasi pendidikan menilai bahwa kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan psikologis tenaga pendidik.
Meski berbagai program sertifikasi dan tunjangan telah berjalan, masih terdapat perbedaan kesejahteraan antara guru di wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Beberapa guru honorer mengaku masih menghadapi keterbatasan pendapatan yang berdampak pada motivasi dan fokus kerja.
Pakar manajemen pendidikan menekankan bahwa investasi pada kesejahteraan guru bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Guru yang sejahtera cenderung lebih inovatif dalam mengajar dan lebih terbuka terhadap pengembangan profesional.
Selain peningkatan insentif, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat program pelatihan berkelanjutan, pendampingan psikologis, serta penyediaan fasilitas kerja yang memadai.
Dengan perhatian yang lebih serius terhadap kesejahteraan guru, diharapkan kualitas pendidikan dapat meningkat secara merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.